Hutan Mangrove Bali. Di antara gemerlap pantai berpasir putih dan hiruk pikuk kawasan wisata Bali, terselip sebuah oase hijau yang menenangkan: Hutan Mangrove Bali di Suwung Kauh, Denpasar Selatan. Tempat ini menjadi paru-paru alami bagi Pulau Dewata, sekaligus destinasi ekowisata yang mengajak kita lebih dekat dengan alam, menikmati kesejukan pepohonan, dan belajar tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Jika selama ini Bali dikenal karena pantai dan budayanya, maka Hutan Mangrove adalah wajah lain dari pesona pulau ini — sunyi, damai, dan menyegarkan.
Deskripsi Singkat Hutan Mangrove Bali
Hutan Mangrove Bali (Bali Mangrove Forest) merupakan kawasan konservasi seluas kurang lebih 1.373 hektar yang membentang di pesisir selatan Denpasar, tepatnya di Suwung Kauh, dekat Jalan Bypass Ngurah Rai yang menghubungkan Sanur dengan Bandara Ngurah Rai. Hutan ini berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi, penyangga ekosistem laut, serta tempat hidup bagi beragam flora dan fauna.
Di tengah hutan ini dibangun jembatan kayu (boardwalk) sepanjang sekitar 2 kilometer, yang memungkinkan pengunjung berjalan di antara rimbunan mangrove sambil menikmati suasana tenang dan udara segar. Suara gemericik air, kicauan burung, dan semilir angin laut membuat setiap langkah terasa menenangkan.
Tak heran jika tempat ini kini menjadi destinasi populer bagi pecinta fotografi, pasangan yang ingin menikmati suasana romantis, hingga keluarga yang ingin mengajak anak-anak belajar tentang lingkungan.
Baca Juga : Air Terjun Aling-Aling: Surga Petualangan di Utara Bali
Lokasi dan Akses Hutan Mangrove Bali
Lokasinya sangat strategis:
Alamat: Jalan Bypass Ngurah Rai, Suwung Kauh, Denpasar Selatan, Bali.
Dari Bandara Internasional Ngurah Rai, kamu hanya perlu waktu sekitar 15 menit berkendara menuju arah Denpasar. Jika berangkat dari Kuta atau Seminyak, waktu tempuh sekitar 20–25 menit, sedangkan dari Ubud sekitar 1 jam perjalanan.
Akses menuju lokasi cukup mudah karena berada di tepi jalan raya utama. Terdapat papan penunjuk jalan bertuliskan “Mangrove Information Center (MIC)” yang mengarahkan pengunjung ke area pintu masuk hutan. Di sana tersedia area parkir, pos informasi, dan jalur masuk ke kawasan ekowisata.
Daya Tarik Hutan Mangrove Bali
1. Jalur Kayu yang Memikat
Daya tarik utama hutan ini tentu adalah jalur kayu panjang yang membelah hutan rimbun. Jalur ini didesain melingkar, sehingga pengunjung bisa menjelajahi berbagai sisi hutan tanpa khawatir tersesat. Saat berjalan, kamu bisa melihat akar-akar mangrove yang menjulang dari tanah berlumpur, menciptakan pemandangan unik yang jarang ditemukan di tempat lain.
Jika datang pagi hari, kabut tipis sering masih menyelimuti pohon-pohon — menciptakan suasana mistis yang menenangkan.
2. Habitat Burung dan Satwa Liar
Hutan ini merupakan rumah bagi berbagai jenis burung, kepiting bakau, ikan kecil, dan reptil air. Jika beruntung, kamu bisa melihat burung bangau putih bertengger di atas cabang mangrove atau mendengar kicauan burung jalak bali dari kejauhan. Bagi pecinta fotografi alam, ini adalah surga tersembunyi untuk berburu gambar natural.
3. Spot Foto Instagramable
Setiap sudut hutan ini begitu fotogenik. Jalur kayu yang membentang di antara pepohonan, pantulan sinar matahari yang menembus daun, hingga pemandangan laut dari menara pandang di ujung jalur membuat hasil jepretanmu tampak menakjubkan. Saat sore hari, warna langit keemasan berpadu dengan hijaunya hutan memberikan nuansa romantis yang tak terlupakan.
4. Menara Pandang dan View Laut
Di ujung jalur terdapat menara pandang setinggi beberapa meter. Dari puncaknya, kamu dapat melihat hamparan hutan mangrove yang luas, birunya laut selatan, dan kadang pesawat yang melintas menuju bandara. Pemandangan ini memberikan sensasi “melihat Bali dari sisi lain” — sisi yang lebih tenang, alami, dan memikat.
5. Wisata Edukasi Lingkungan
Selain rekreasi, kawasan ini juga berfungsi sebagai pusat edukasi lingkungan. Terdapat papan informasi tentang jenis-jenis mangrove, fungsi ekosistemnya, serta program konservasi yang dikelola oleh Mangrove Information Center (MIC). Sekolah-sekolah dan komunitas sering mengadakan kegiatan tanam mangrove di sini sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian alam.
Baca Juga : Pantai Pandawa Bali: Surga Pasir Putih & Laut Biru Tenang
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk

Jam Buka: Setiap hari, pukul 08.00 – 18.00 WITA
Tiket Masuk:
- Wisatawan lokal: sekitar Rp10.000 – Rp20.000/orang
- Wisatawan mancanegara: sekitar Rp50.000/orang
- Parkir motor: Rp2.000
- Parkir mobil: Rp5.000
Harga bisa berubah sewaktu-waktu, tetapi relatif terjangkau mengingat pengalaman yang didapat sangat berharga.
Cara Menuju Lokasi
- Dari Bandara Ngurah Rai:
Ambil arah ke Denpasar melalui Bypass Ngurah Rai. Setelah melewati Tol Bali Mandara, perhatikan papan bertuliskan “Mangrove Information Center”. - Dari Kuta/Seminyak:
Ikuti jalan menuju Sanur melewati Bypass Ngurah Rai, lalu belok kanan ke arah Suwung Kauh. - Dari Ubud:
Ambil rute Gianyar – Sanur – Bypass Ngurah Rai hingga menemukan tanda menuju kawasan mangrove. - Transportasi yang paling mudah adalah mobil atau motor pribadi. Namun, kamu juga bisa menggunakan taksi online atau sewa motor harian yang banyak tersedia di area wisata Bali.
Wisata Terdekat yang Bisa Dikunjungi
- Pantai Sanur (10 menit) – Menyajikan pemandangan sunrise yang indah.
- Pantai Mertasari (15 menit) – Cocok untuk bermain air bersama keluarga.
- Pantai Kelan & Jimbaran (20 menit) – Tempat menikmati seafood sambil menunggu sunset.
- Pantai Kuta (25 menit) – Ikon wisata Bali yang tak pernah sepi.
- Museum Bali di Denpasar (20 menit) – Menelusuri sejarah dan budaya pulau.
Baca Juga : Menyelami Keindahan Tulamben, Permata Karangasem
Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan
- Menjelajah Jalur Kayu – Nikmati udara segar dan pemandangan hijau yang menenangkan.
- Fotografi Alam – Abadikan setiap momen indah dari sudut pandang unik.
- Mengamati Burung (Birdwatching) – Bawa teropong kecil untuk melihat burung liar yang bertengger di ranting mangrove.
- Belajar Konservasi – Kunjungi Mangrove Information Center untuk memahami fungsi ekosistem ini.
- Menanam Mangrove – Beberapa program wisata menyediakan kesempatan bagi pengunjung untuk ikut menanam bibit mangrove.
- Bersantai di Menara Pandang – Duduk tenang sambil menikmati angin laut dan pemandangan sekitar.
Kesimpulan Hutan Mangrove Bali
Hutan Mangrove Bali di Suwung Kauh bukan sekadar tempat wisata, tapi juga ruang refleksi tentang pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam. Di tengah derasnya arus modernisasi, tempat ini menawarkan kedamaian yang sederhana — udara segar, suara burung, dan hijau pepohonan yang menenangkan hati.
Bagi kamu yang ingin menjauh sejenak dari keramaian Kuta atau Seminyak, datanglah ke sini. Rasakan sensasi berjalan di tengah hutan bakau yang sejuk, saksikan indahnya matahari tenggelam dari menara pandang, dan biarkan alam mengingatkanmu bahwa Bali bukan hanya soal pantai, tetapi juga tentang keindahan yang hidup dalam keseimbangan.










