Untuk body

Seberapa sulitkah Mendaki Gunung Ijen Banyuwangi, Tips Mendaki untuk pemula

  • Bagikan
Seberapa sulitkah Mendaki Gunung Ijen Banyuwangi, Tips Mendaki untuk pemula

Seberapa sulitkah Mendaki Gunung Ijen Banyuwangi, Tips Mendaki untuk pemula. Mendaki gunung ijen cukup ramah buat pendaki pemula. Tentunya sebelum mendaki, traveler harus mempersiapkan peralatan dan fisik yang kuat.

Ini merupakan salah satu tempat merupakan tempat yang selalu di buru oleh para pendaki. Berlokasi di Banyuwangi, Gunung Ijen adalah gunung berapi aktif di perbatasan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Gunung ini memiliki ketinggian 2.443 mdpl. Salah satu fenomena alam yang paling terkenal adalah Api Biru Abadi dari Kawah Ijen yang terletak di puncak Gunung Ijen.

Daya Tarik yang ada di Gunung Ijen

Seberapa sulitkah Mendaki Gunung Ijen Banyuwangi, Tips Mendaki untuk pemula

Tempat mendaki ini memiliki fenomena Api Biru Abadi yang hanya tersedia di Indonesia dan Islandia. Membanggakan bukan, arga tiket masuk untuk pengunjung nusantara pada akhir pekan yaitu Rp 15.000, sungguh sangat terjangkau. Sedangkan untuk pengunjung mancanegara perlu membayar sebesar Rp 175.000. Pendakian gunung ijen di mulai sekitar pukul 01.00 WIB.

Tips Mendaki Gunung Ijen Banyuwangi

Persiapakan sesuatu yang diperlukan selama pendakian seperti jaket tebal, sepatu trekking, headlamp, masker respirator filter yaitu masker khusus yang digunakan untuk mendaki Gunung Ijen, karena bau belerang akan sangat menyengat di kawasan puncak dan demi kesehatan agar tidak terlalu banyak menghirup gas belerang.

Gunakan juga topi untuk menahan dingin udara di area kepala dan tidak lupa membawa tongkat trekking. Setelah dirasa siap, saya dan rombongan pun mulai memasuki jalur pendakian yang baru dibuka pukul 01.00 am

Baca Juga : Kebijakan perjalanan warga asing ke Indonesia

Jalur pendakian berpasir bercampur tanah yang keras, membuat banyak pendaki terkadang terjungkal. Trek semakin menanjak, tak jarang dalam mendaki gunung ijen, para pendaki tidak sanggup untuk melanjutkan pendakian. Tetapi penduduk setempat menyediakan grobak taxi bagi anda yang ingin mencapai puncak tanpa harus mendaki.

Grobak dorong yang digunakan penambang maupun warga sekitar untuk mengangkut belerang, dengan beberapa bagian yang dimodifikasi buat mengangkut penumpang. Kisaran harganya mulai dari Rp 600.000 sampai Rp.1.000.000.

Bagiku sendiri harga tersebut sangat pantas, karena tenaga besar yang diperlukan untuk mengangkut orang ke atas adalah hal yang sangat sulit. Diperlukan 2-3 orang untuk mengangkut pengunjung.

Dinginnya Cuaca di Puncak Gunung Ijen

Akhirnya setelah mendaki kurang lebih 3 jam, tiba juga diriku di Puncak, dan sungguh tidak menyesal untuk membawa produk Tolak Angin, karena kawasan puncak Ijen angin bertiup lebih kencang, jaket yang kugunakan tak terlalu mampu menahan angin dan hawa dingin yang sangat menusuk. Tolak Angin ini bermanfaat untuk mengatasi masuk angin.

Seberapa sulitkah Mendaki Gunung Ijen Banyuwangi, Tips Mendaki untuk pemula

Tidak hanya mengatasi masuk angin, tapi juga mengatasi kembung, kelelahan, mabuk perjalanan maupun gangguan pencernaan, karena bahan alami yang terkandung dalam produk Tolak Angin.

Sayangnya, karena tiba dipuncak kesiangan, pukul 04.00, maka aku hanya bisa menikmati Blue Fire dari kejauhan, karena waktu sudah tidak cukup untuk turun ke kawah, tapi menikmati danau hijau toska saja sudah membuatku bahagia.

Baca Juga : Pemandu Trekking Gunung Ijen Berbahasa Asing

Oh iya, jika makin turun, bau belerang makin menyengat, jangan lupa gunakan masker respirator ya. Setelah beristirahat sembari menikmati pemandangan yang ada, bagi yang tidak turun ke kawah, bisa juga naik kurang lebih 500 meter ke arah atas Gunung Ijen untuk menikmati matahari terbit maupun sekadar foto, karena makin tinggi, makin bagus pemandangan yang terlihat. Sungguh ajaib ciptaan Tuhan ini.

Hal yang perlu di bawa dalam mendaki gungung ijen banyuwangi

Selama pendakian jangan lupa untuk membawa logistik (perbekalan), selain Tolak Angin, air putih wajib dibawa, tidak hanya pendakian naik saat turun pun sangat dibutuhkan, bawa roti secukupnya, untuk menahan lapar, bisa juga membawa coklat maupun madu, untuk mendapatkan energi tambahan.

Baca Juga : Pendakian Gunung Ijen Resmi dibuka untuk wisatawan Asing 3 April 2021

Trekking turun, traveler wajib berhati-hati. Pastikan sepatu tidak licin. Trekking Pole pun bisa sangat membantu untuk menahan beban selama turun.

Sepanjang turun terlihat beberapa warga menawarkan merchandise dengan harga yang sangat terjangkau dimulai dari Rp 5.000-Rp 100.000.

  • Bagikan